Nisahmad's Blog

Meniti Di Atas Kabut Cinta…Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Sampaikan dariku meski hanya satu ayat …" (HR. Al-Bukhori, VI/3461)

Beliau Mengadu Pada Rabb-Nya…

Posted by nisahmad on November 9, 2010

By: Niedz@ahmad

Inilah salah satu do’a yang amat terkenal yang di ucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau dan Zaid bin Haritsah (pembantu beliau) singgah di kebun milik Utbah dan Syaibah, anak-anak Rabi’ah, yang berjarak tiga mil dari Tha’if. ketika itu beliau berada di tengah penduduk Tha’if selama sepuluh hari.

setiap pemuka masyarakat Tha’if yang datang menemui beliau, pasti diajaknya berbicara dan diserunya untuk masuk islam. akan tetapi mereka berkata, “usir orang ini dari negeri kita dan kerahkan semua rakyat untuk memperdayainya.”

Tatkala beliau hendak pergi, orang-orang yang jahat di antara mereka dan para hamba sahaya membuntuti beliau, sambil mencaci maki dan berteriak-teriak terhadap beliau. sehingga semua orang berkerumunan mengelilingi beliau.

Kemudian mereka membentuk dua barisan dan melemparkan batu ke arah beliau, diselingi kata-kata cercaan, hingga mengenai urat di atas tumit beliau. Tak ayal, terumpah beliau menjadi basah oleh leleran darah. sementara Zaid bin Haritsah membentengi beliau dengan badannya, hingga entah berapa banyak luka di kepalanya.

kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghampiri sebatang pohon anggur lalu duduk di bawah rerimbunannnya. setelah duduk beberapa sa’at dan merasa tenang, beliau mengucapkan do’a berikut ini:

“Ya Allah, kepada-Mu juga aku mengadukan kelemahan kekuatanku, kekurangan siasatku, dan kehinaanku di hadapan manusia. Wahai Yang Paling Pengasih di antara para pengasih, Engkau adalah Rabb orang-orang yang lemah, Engkaulah Rabbku, kepada siapa hendak engkau serahkan diriku? Kepada orang jauh yang bermuka masam kepadaku, ataukah kepada musuh yang akan menguasai urusanku? Aku tidak peduli asalkan Engkau tidak murka kepadaku, sebab sungguh teramat luas afiat yang Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung dengan cahaya Wajah-Mu yang menyinari segala kegelapan dan karenanya urusan dunia dan akhirat menjadi baik, agar Engkau tidak menurunkan kemarahan-Mu kepadaku atau murka kepadaku. Engkaulah yang berhak menegurku hingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan kekuatan selain dengan-Mu.”

beliau mengucapkan do’a tersebut yang menunjukkan duka dan lara yang memenuhi hati beliau karena kerasnya siksaan yang beliau terima yang dilakukan oleh kaum tersebut dan juga didorong rasa memelas karena tak seorang pun yang mau beriman kepada beliau.

Referensi:

Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurahman Al-Mubarakfuri (Juara 1 lomba penulisan sejarah Islam) hal: 198

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: