Nisahmad's Blog

Meniti Di Atas Kabut Cinta…Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Sampaikan dariku meski hanya satu ayat …" (HR. Al-Bukhori, VI/3461)

Dua Perusak Amal

Posted by nisahmad on October 17, 2010

1.RIYA’

Berasal dari kata riya’un kalau dirunut bersumber dari kata araa, artinya memperlihatkan. Dalam al-Qur’an, kata riya’ dapat ditemukan dalam, salah satunya, Surat Al-Ma’un ayat ke-6. Di dalamnya dikatakan sebagai salah satu sifat orang yang mendustakan agama.

Beberapa ulama, salah satunya Izuddin Adbussalam, mencoba mendefenisi. Menurutnya, riya’ adalah perbuatan yang mengandung unsur dilakukan bukan karena Allah Ta’ala.

2. SUM’AH

Adalah memperdengarkan suatu perbuatan baik (khususnya ibadah) yang sebelumnya dilakukan secara tersembunyi.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memasukkan keduanya (riya’ dan sum’ah) sebagai syirik kecil (asy-syirkul ashghar), sesuatu yang sangat dikhawatirkan oleh beliau. Bermakna ibadah dilakukan disertai keinginan untuk mendapatkan pujian. Dalam sebuah riwayat, Al-Imam Ahmad mencatat sebuah perkataan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam,

“Sesungguhnya yang sangat aku khawatirkan pada kalian adalah asysyirkul ashghar!” Para sahabat bertanya, “Apa itu maksudnya wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Riya’.”

Ada tiga tanda pada orang yang berbuat riya’ dan sum’ah, yaitu:

  1. Bila mendapat pujian/sanjungan akan semangat beramal, sebaliknya bila tidak ada sanjungan bahkan dicela menjadi malas dan enggan.
  2. Saat di tengah orang banyak akan giat beramal baik, sementara akan malas bila sendirian.
  3. Berusaha mengesankan diri sebagai orang yang shaleh dan sungguh-sungguh menjauhi larangan Allah tapi saat sendirian sangat mudah melanggar larangan tersebut dan menggampankannya.

Riya’ dan sum’ah dua hal yang memang kelihatan samar. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan sebagai seekor semut hitam yang berjalan di atas batu licin yang hitam di tengah hitamnya malam. Sangat samar, sangat tidak kelihatan, lebih-lebih orang lain.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku beritahukan tentang kaum-kaum umatku, mereka datang pada hari Kiamat dengan kebaikan seperti gunung Mekkah yang putih. Namun Allah menjadikan kebaikan-kebaikan itu seperti debu-debu berterbangan/berhamburan. Bukankah mereka saudara-saudaramu juga? Mereka bangun di tengah malam, sebagaimana kalian, akan tetapi bila mereka sendirian, mereka melanggar janji larangan Allah.” [HR. Ibnu Majah]

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang pertama-tama diadili kelak di hari Kiamat ialah orang yang mati syahid. Orang itu dihadapkan ke pengadilan Allah, lalu diingatkan kepadanya nikmat-nikmat yang diperolehnya, maka ia mengakuinya. Kemudian ia ditanya, “Apa yang engkau perbuat dengan nikmat-nikmat itu?” Dia menjawab, “Aku berperang untuk Agama Allah sehingga aku mati syahid.” Firman Allah, “Engkau dusta! Sesungguhnya engkau berperang supaya dikatakan gagah berani dan gelar itu telah engkau peroleh.” Kemudian dia diseret dengan muka telungkup lalu dilempar ke neraka. Setelah itu dihadapkan orang alim yang belajar dan mengajarkan ilmunya serta membaca Al-Qur’an. Diingatkannya semua nikmat yang diperolehnya, semua diakuinya. Kemudian ditanya, “Apa yang engkau perbuat dengan nikmat itu?” Ia menjawab, “Aku belajar, mengajar, dan membaca Al-Qur’an karena Engkau.” Allah kemudian berfirman, “Engkau dusta! Sesungguhnya engkau belajar dan mengajar supaya disebut orang ‘alim dan engkau membaca Al-Qur’an supaya dikatakan qari’ (pembaca) dan itu semua telah engkau dapatkan. Kemudian dia diseret dengan muka menghadap tanah lalu dilempar ke neraka. Sesudah itu, dihadapkan pula orang yang diberi kekayaan oleh Allah dengan berbagai macam harta. Semua kekayaannya dihadapkan kepadanya lalu diingatkan segala nikmat yang telah diperolehnya, diapun mengakuinya. Kemudian ia ditanya, “Apa yang telah engkau perbuat dengan harta sebanyak itu?” Ia menjawab, “Setiap bidang yang Engkau sukai tidak ada yang kutinggalkan, melainkan aku sumbangkan semuanya karena Engkau.” Allahpun berfirman, “Engkau dusta! Sesungguhnya engkau melakukan semuanya agar disebut orang yang pemurah / dermawan, dan gelar itu telah engkau peroleh.” Kemudian dia diseretlah dengan muka menghadap ke tanah lalu dilemparkan ke dalam neraka.” [HR. Muslim}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: