Nisahmad's Blog

Meniti Di Atas Kabut Cinta…Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Sampaikan dariku meski hanya satu ayat …" (HR. Al-Bukhori, VI/3461)

UMMU SULAIM BINTU MILHAN RADHIYALLAHU ANHA

Posted by nisahmad on April 14, 2009

Shahabiah yang sirahnya semerbak mewangi, yang sedang kita baca ini adalah salah satu dari para wanita yang kemasyhurannya melambung ke angkasa raya. Membumbung dengan berbagai karya bersarnya menuju langit kedermawanan dan amalan mulia. Para perawi sepakat memberinya nama panggilan yang menjadikannya sangat masyhur, yakni Ummu Sulaim. Namun, mereka berbeda pendapat tentang julukannya. Mereka menyebutnya Al-Ghumaisha atau Ar-Rumaisha. Mereka juga berbeda pendapat tentang namanya. Dikatakan namanya ialah Sahlah. Ada yang mengatakan namanya Rumailah. Ada yang mengatakan Unaifah. Dan ada pula yang mengatakan bahwa namanya adalah Rumaitsah.

Ummu Sulaim ini adalahh ibunda Anas bin Malik, pembantu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Tentang hal ini, sama sekali tidak ada khilaf di antara para ahli ilmu.

Dibenarkan bahwa Anas berkata, “Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah pada saat saya berumur 10 tahun.” Sedangkan ibunya (Ummu Sulaim) ketika datang menghadap Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, “Ini Anas siap membantumu.” Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menerimanya dan memberinya julukan “Abu Hamzah.” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menggodanya dan bersabda, “Hai pemilik dua telinga!” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendo’akan semoga banyak harta, anak dan keberkahan di dalam rezekinya.

Ummu Sulaim dan adik perempuannya, keduanya adalah bibi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sepersusuan. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sangat menghormati kedua shahabiah yang mulia
Radhiyallahu Anhumma.

MAHAR UMMU SULAIM

Ummu Sulaim masuk Islam ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam masih tinggal di Mekkah. Ia berba’at kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika beliau tiba di Madinah. Keislamannya membuat kaget suaminya, Malik bin An-Nadhr, yang ketika itu sedang tidak di rumah. Ia berkata kepada Ummu Sulaim, “Apakah engkau telah pindah agama?”

Ummu Sulaim menjawab, “Aku tidak pindah agama, tetapi aku beriman.”
Ummu Sulaim mengajari Anas kecil. Ia berkata kepadanya, “Ucapkan Laa ilaaha illallah dan Asyhadu anna muhammadarrasulullah. Kemudian, Anas pun mengucapkannya. Tindakan yang baik dari Ummu Sulaim ini membangkitkan amarah dalam diri Malik sehingga ia berkata kepada Ummu Sulaim, “Janganlah engkau hancurkan anakku!” Ummu Sulaim menjawab, “Aku sama sekali tidak menghancurkannya.”

Ketika perbuatan Ummu Sulaim telah menjadikan suaminya putus-asa, maka ia pergi meningggalkan Ummu Sulaim menuju ke Syam. Ia bertemu dengan musuh, yang akhirnya membunuhnya. Ketika berita terbunuhnya Malik sampai kepada Ummu Sulaim, ia berkata, “Tidak apa-apa, aku tidak akan menyapih Anas hingga dengan sendirinya ia enggan menyusui. Aku tidak akan menikah sampai Anas menyuruhku.”

Ketika Anas beranjak remaja, datang Abu Thalhah Al-Anshari yang masih musyrik untuk melamar Ummu Sulaim(1). Ummu Sulaim enggan menerima lamarannya. Ketika Abu Thalhah menggodanya dengan mengajukan lamaran kedua kalinya, Ummu Sulaim menjawab dengan baik, “Tidak ada keharusan bagiku menikah dengan seorang musyrik. Apakah engkau tidak mengetahui wahai Abu Thalhah bahwa tuhan-tuhanmu dipahat oleh seorang hamba yang bernama Fulan. Jika engkau membakarnya, tentu akan musnah. Apakah tuhan-tuhan yang seperti itu memberimu manfaat?”

Ummu Sulaim memperbanyak kata-kata yang seperti itu, Abu Thalhah pulang dengan kesan mendalam di hatinya akan kata-kata Ummu Sulaim. Ia kembali kepada Ummu Sulaim dengan Islam di pelupuk matanya. Ia berkata, :Apa yang engaku katakan sangat berkesan di hatiku.” Kemudian, ia memproklamirkan dirinya memeluk Islam di rumah Ummu Sulaim. Ummu Sulaim berkata kepadanya, “Aku menikah denganmu dan aku tidak meminta maskawin selain keislamanmu.”

Berkenaan dengan cerita yang indah ini, Tsabit Al-Banani(2) Rahimahullah berkata, “Tidak pernah kita mendengar tentang maskawin yang lebih mulia daripada maskawin Ummu Sulaim, yaitu Islam.”

KETURUNAN YANG SALIH

Ummu Sulaim adalah seorang wanita yang mencapai puncak tertinggi dalam hal kesabaran, keimanan, kesempurnaan keyakinan, dan ketulusan tawakkalnya kepada Allah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Anas tentang ibunya, “Aku memiliki saudara tiri dari Abu Thalhah yang diberi nama panggilan ‘Abu Umair’. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam jika bertemu dengannya selalu mengucapkan, ‘Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan An-Nughair?(3) Suatu ketika Abu Umair sakit, namun Abu Thalhah tidak ada di rumah. Abu Umair akhirnya meninggal dunia. Ummu Sulaim mempersiapkan segalanya, lalu berkata, ‘Janganlah kalian memberitahu Abu Thalhah akan kematian anaknya!’ Ketika Abu Thalhah tiba, Ummu Sulaim telah berhias dengan wewangian dan melakukan apa yang biasa dilakukan oleh suami-isteri. Abu Thalhah bertanya, ‘Sedang apa Abu Umair?’ Ummu Sulaim menyiapkan makan malam untuknya. Keduanuya menyelesaikan malamnya dengan baik sebagai suami-isteri. Lalu Ummu Sulaim berkata, ‘Wahai Abu Thalhah, apa pendapatmu jika keluarga si Fulan meminjam sesuatu kepada orang lain, lalu bersenang-senang dengan barang pinjaman itu. Ketika si pemilik barang hendak mengambilnya, ia mempersulit mengembalikan barang pinjamannya?’ Abu Thalhah menjawab, ‘Orang itu tidak sadar (tidak tahu diri)’. Ummu Sulaim berkata lagi, ‘Anakmu si Fulan adalah pinjaman dari Allah, lalu ia mengambilnya lagi. Abu Thalhah mengucapkan, ‘Inna Lillahi wa inna Ilaihi rajiun.’ Kemudian, dia memuji Allah dan berkata, ‘Demi Allah, aku tidak akan membiarkanmu mengalahkanku dalam kesabaran.’ Ketika pagi tiba, mereka berdua pergi menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Waktu beliau melihat mereka berdua, beliau bersabda, ‘Semoga Allah memberkahimu berdua di malammu.’ Setelah itu Ummu Sulaim mengandung Abdullah bin Abu Thalhah. Ketika dilahirkan oleh ibunya, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkenan menahnik bayi itu dengan madu dan memberinya nama Abdullah.”

Kejadian itu menjadi penyebab berbagai kebaikan bagi pasangan suami-isteri yang sabar tersebut. Sang anak (Abdullah) beruntung mendapatkan kebaikan di dua negeri: dunia dan akhirat. Tak seorang pemuda di kalangan kaum Anshar yang lebih utama daripada Abdullah. Berkah pada anak ini terlihat dengan jelas, yaitu banyak keturunan yang dilahirkannya dan semuanya salih serta mendapat keberuntungan. Abayah bin Rifa’ah berkata, “Aku melihat anak itu (Abdullah) memiliki 7 orang anak dan semuanya telah hafal Al-Quran.”

Ummu Sulaim telah bersungguh-sungguh di dalam mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia sangat perhatian terhadap sesuatu yang dapat memberikan kebaikan kepada suaminya. Dia sangat sabar dan berserah diri demi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika Allah subhanahu wa Ta’ala telah mengetahui kejujuran niatnya, Allah sampaikan Ummu Sulaim kepada cita-citanya dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan anak keturunannya menjadi orang-orang yang baik. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mendoakannya, “Semoga Allah memberkahimu di malammu berdua.” Hal itu menjadi kenyataan. Ummu Sulaim telah meninggalkan anaknya (Abu Umair) demi Allah. Allah pun menggantikannya dengan yang lebih baik daripadanya.

Di dalam kitab Sirah Umu Sulaim Radhiyallahu Anha terdapat berbagai sikap mulia, yang sanggup membuat pembaca bedecak kagum dan bergetar hatinya melihat kekuatan serta keteguhan hati yang telah dianugerahkan kepadanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sangat besar rasa hormatnya kepada Ummu Sulaim, dan mendampinginya di dalam berbagai peperangan.

Anas Radhiyallahu Anhu berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berangkat perang selalu dengan Ummu Sulaim dan para wanita lainnya dari golongan Anshar. Para wanita bertugas sebagai pemberi minum dan tenaga medis untuk para mujahid yang terluka.”
(Diriwayatkan Muslim, Tirmidzi dan Abu Dawud)

Ummu Sulaim menyaksikan Perang Uhud dan ikut melakukan berbagai upaya penting dalam perang itu. Anas Radhiyallahu Anhu berkata, “Ketika Perang Uhud, umat Ilsam berlari meninggalkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Sebaliknya, aku meilhat Aisyah bintu Abu Bakar dan Ummu Sulaim Radhiyallhu Anhuma bersungguh-sungguh hingga aku melihat gelang kaki keduanya ketika memindahkan kantong-kantong air minum di atas punggung mereka untuk menguncukannya ke dalam mulut-mulut para pahlawan. (Diriwayatkan Asy-Syaikhani).

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berangkat ke medan Perang Khaibar, Ummu Sulaim berangkat bersama beliau demi mendapatkan pahala seperti pahala para Mujahidin. Diriwayatkan bahawa, “Dalam perang Hunanin(4) Ummu Sulaim memiliki sikap yang mengagumkan, yang sekaligus menunjukkan keberanian, keutamaan, dan ketabahannya. Ummu Sulaim ketika Perang Hunain membawa sebuah belati yang diselipkan di pinggangnya. Ketika itu dia sedang mengandung anaknya, Abdullah bin Thalhah. Abu Thalhah berkata, “Wahai Rasulullah, Ummu Sulaim ini membawa belati!” Ummu Sulaim berkata, “Wahai Rasulullah, jika seorang musyrik mendekatiku, akan ku jebol perutnya.” (Diriwayatkan Muslim)

KABAR GEMBIRA

Ummu Sulaim Radhiyallahu Anha memiliki berbagai keutamaan yang sangat popular. Tidak ada bab tentang kebaikan, melainkan Ummu Sulaim ada di dalamnya. Selain itu dia juga meriwayatkan hadits. Dia meriwayatkan 14 buah hadits dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Empat di antaranya tertulis di dalam kitab Ash-Shahihain. Dia telah menerima berita gembir yang sangat besar dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, yang menunjukkan besarnya keutamaan dan tingginya kedudukan dirinya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ketika aku di surga, aku mendengarkan suara tapak kaki, aku bertanya, “Siapa itu? Mereka menjawab, “Dia adalah Al-Ghumaisha bintu Milhan, ibunda Anas bin Malik”” (Diriwayatkan Asy-Syaikhani)

KEDUDUKAN DAN KEUTAMAANNYA

Ummu Sulaim Radhiyallahu Anha berada pada kedudukan yang tinggi di antara para wanita shahabiah. Hal ini terbukti dengan kemuliaan dan kelembutan serta keistimewaan yang diberikan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada nya. Beliau menganggap Ummu Sulaim sebagai anggota keluarganya sendiri. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas Radhiyallahu Anhu,

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak pernah masuk rumah wanita – selain rumah isterinya –melainkan rumah Ummu Sulaim. Rasulullah masuk ke rumahnya. Dikatakan kepada beliau sesuatu sehingga beliau bersabda, :Aku sungguh menyayanginya, dan saudaranya terbunuh ketika bersamaku.”
Ummu Sulaim Radhiyallahu Anha termasuk para wanita yang sangat dihormati Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan berziarahnya beliau ke rumah Ummu Sulaim. Beliau melakukan shalat dirumahnya di atas kerpet yang dicipratkan air. Beliau berdoa panjang untuknya sehingga ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah berdoa banyak untukku sehingga seakan-akan aku tidak memerlukan tambahan lagi”.

PUJIAN SELAMAT TINGGAL

Seorang sahabat yang bernama Ummu Mu’adz menyebutkan bahwa Ummu Sulaim adalah orang yang setia kepada janji. Yaitu ketika para wanita berbai’at kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk tidak meratapi mayat. Ummu Mu’adz berkata, “Tak seorang pun dari kami yang menepati bai’at itu, kecuali Ummu Sulaim, Ummu Al-Ala’, Ummu Mu’adz, dan isteri Mu’adz.”

Demikian pula Ummu Sulaim mendapatkan pujian dari para ahli ilmu. Ibnu Abdi Al-Barr menyebutkan, “Ummu Sulaim tergolong wanita berakal.” An-Nawawy memujinya dengan mengatakan, “Ummu Sulaim Radhiyallahu Anha adalah salah seorang wanita dari para wanita shahabiah yang utama.”

Demikianlah biografi Ummu Sulaim yang semerbak. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai Ummu Sulaim, salah seorang ahli surga. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: